B U L U L A W A N G - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional
merupakan salah satu langkah strategis pemerintah Indonesia untuk terus berupaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas
2045. Melalui pemaparan Anggota DPRD Kabupaten Malang, Ali Murtadlo, S.H. dalam
sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.
Dalam program MBG, setiap desa dapat memanfaatkan potensi lokalnya. Desa
memiliki peran strategis karena memiliki potensi lokal yang beragam. Potensi tersebut
meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta aspek sosial budaya dan infrastruktur
yang saling melengkapi.
Potensi sumber daya alam (SDA) di desa mencakup lahan pertanian, kehutanan,
perikanan, tambang dan mineral, serta ketersediaan air. Berbagai sumber daya ini dapat
dimanfaatkan sebagai komoditas unggulan untuk program MBG. Lahan pertanian, misalnya,
dapat menghasilkan bahan pangan pokok dan sayuran, sementara sektor perikanan dapat
menyediakan sumber protein yang penting bagi pemenuhan gizi masyarakat.
Selain sumber daya alam, potensi sumber daya manusia (SDM) juga memiliki peran
penting yang meliputi ketenagakerjaan di berbagai sektor, keterampilan lokal yang dapat
dikembangkan menjadi produk makanan dan layanan jasa bernilai jual serta inovasi dan
kreativitas masyarakat desa dalam mengembangkan produk-produk baru.
Untuk mengimplementasikan program MBG di desa, terdapat beberapa langkah
strategis yang dapat dilakukan. Pertama, membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
sebagai pusat pengelolaan program di tingkat desa. Kedua, mengembangkan jaringan dan
kemitraan dengan petani lokal, UMKM, serta pihak terkait lainnya guna memastikan ketersediaan bahan pangan. Ketiga, melakukan pengelolaan dan distribusi bahan pangan secara efektif agar makanan bergizi dapat tersalurkan dengan tepat sasaran kepada penerima
manfaat.
Dengan memanfaatkan potensi lokal desa secara optimal, program MBG tidak hanya
berfungsi sebagai intervensi kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan desa.
Program ini berpotensi meningkatkan perekonomian lokal, membuka lapangan kerja, serta
memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan
sektor swasta menjadi kunci keberhasilan implementasi program ini.
Pada akhirnya, optimalisasi potensi desa dalam mendukung program MBG
diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan
nasional, serta menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai
fondasi pembangunan masa depan.



